Hong Kong and Macau Trip

Setelah ikut Harvard Conference di Hong Kong, aku extend 3 hari sama temen-temen Indonesia lain. Aku nginep di Mini Hotel Central. Lokasinya emang di central gitu. Permalemnya HK$52. Sesuai namanya, emang mini hotelnya. Tapi nyaman kok. Yang penting tidurnya ga bareng orang, kamar mandi di dalem kamar, dan bersih. Tapi di sini ga dapet breakfast, but they have vending machine 🙂 Oh iyaa, kalo ke Hong Kong, kita, WNI bebas visa yaa!

Mini Hotel Central
Hari pertama extend, aku ke tempat favoritku, Disneyland!! Sebenernya udah pernah sebelumnya ke Hong Kong Disneyland. Tapi aku tetep excited! Harganya HK$539. Bisa beli tiket secara online atau di 7eleven juga ada. Aku ke Disneyland berdua sama temenku, delegasi HPAIR juga. Namanya Naufal. Kalo ke Disneyland kita mesti naik kereta sendiri gitu yang ke arah Disneyland Resort. Nanti di sana, ada kereta menuju Disneyland-nya.
Train to Disneyland

Untuk keliling Hong Kong bisa naik subway dengan kartu Octopus.

Octopus Card
Besoknya, aku keliling Hong Kong sama temenku yang kuliah di sana, Glenda. Destinasi pertama kami adalah Victoria Peak. Untuk ke sana, kita harus naik tram punya Victori Peak. Biayanya HK$98. Kalo bisa, mending pagi-pagi ke sini. Jadi belum penuh. Soalnya tram-nya cuma satu. Pas sampe di atas, kita bisa langsung foto-foto di The Peak-nya atau ke Madame Tussauds. Tapi karena udah pernah, aku ga ke Madame Tussauds lagi.
Victoria Peak
Victoria Peak
View from Victoria Peak

Terus, kami juga jalan-jalan di Mongkok. Di sana banyak toko-toko sama restoran, dan ada pasar juga 😀

Mongkok

Mongkok

Setelah itu kami ke Avenue of Stars, untuk foto-foto dan nunggu night view di Victoria Harbour. Katanya Hong Kong nightlife itu cantik banget pemandangannya!

Avenue of Stars
Hong Kong at night
Kalo ke Hong Kong, jangan lupa makan semacam bakpao gitu, namanya Yum Cha. Pasti udah pada sering liat deh, di instagram. Lucu-lucu banget. Tapi jujur rasanya biasa aja.
Yum Cha

Besoknya, aku sama dua temenku yang lain, Naufal dam Alfi pergi ke Macau. Untuk ke Macau, kami harus naik ferry dulu. Sekitar 2 jam. Beli tiket bisa di dermaga. Harganya HK$308. Macau itu Las Vegas-nya Asia. Di sana banyak tempat judi dan banyak hotel mewah. Pas sampe pelabuhannya, kita bisa langsung naik bus yang disedian sama beberapa hotel di sana. Tapi hati-hati, ada bus yang meriksa KTP kita, buat liat umur kita udah 21 tahun atau belum. Kalo belum, ga boleh naik. Karena bus itu akan bawa kita ke hotel tersebut, yang sebenernya nyuruh kita buat main judi. Tapi gapapa, aku sama temen-temenku turun di Wynn hotel. Selebihnya kita jalan kaki aja, hehe.

Terus, kita ke Venetian resort. Itu salah satu hotel paling mewah dan unik. Karena di dalem-nya ada gondola dan sungai. Persis kayak di Venice, Italia. Dulu aku pernah ke Macau sama keluargaku dan nginep di The Venetian Resort, juga. Jadi sekalian reminiscing, hehe.

Venetian Resort
Venetian Resort
Venetian Resort
Macau kotanya cantik, soalnya dulu jajahan Portugis. Jadi arsitektur di sana kayak di Eropa. Then, kami ke Ruins of St. Paul’s. Ini merupakan runtuhan gereja. Yang cuma ada gerbang depannya aja. Tapi belakangnya ga ada gedungnya.
Ruins of St. Paul’s
Ruins of St. Paul’s
Di deket Ruins of St. Paul’s, ada Senado Square. Kayak city centre gitu. Aristekturnya juga bagus! Di sana banyak toko-toko.
Senado Square

Okay, itu dia ceritaku liburan di Hong Kong dan Macau. I hope you guys enjoyed it! 😀

International Conference in Hong Kong

Hi!
Pada post kali ini, aku akan cerita soal pengalamanku ikut konferensi internasional di Hong Kong. Augustus 2016, aku dapet kesempatan untuk hadir di Harvard Asia Conference setelah melalui dua tahap seleksi. Walaupun namanya Harvard Asia Conference, tapi sebenernya pesertanya terbuka buat siapa aja, ga cuma orang Asia. Banyak juga yang dateng dari Afrika, Australia, Eropa, USA dll.
Aku berangkat ke Hong Kong dengan maskapai Cathay Pacific, Maskapai ini emang punya Hong Kong. Waktu itu tiketnya Rp 4,973,000. Aku pake Cathay karena gak pake transit dan kualitasnya emang bagus.
Conference-nya waktu itu diadakan di Chinese University of Hong Kong, di daerah Tsim Tsa Tsui. Aku nginep hotel Grad Hyatt deket situ. Cuma 5 menit jalan ke kampusnya. Emang agak mahal nginep di sana, tapi, since penginapan yang ditawarkan sama pihak HPAIR (Harvard Project of Asian and International Relations) cuma dorm di kampus dan hotel Grand Hyatt itu yang paling deket sama kampus, aku pilih hotel. Karena kalo di dorm kan apa-apa bareng-bareng. Kamar mandinya, tidurnya, dll. Kalo buat libuaran, gapapa. Tapi kalo buat conference, aku mau fokus. Jadi pilih tempat yang lebih nyaman. hehe
Kami conference selama 5 hari. Hari pertama sih cuma check-in dorm di kampus, daftar ulang, dan opening ceremony. Di sana, kami dibagi menjadi beberapa track. Track itu semacam bidang atau issue yang akan didiskusikan ketika conference. Aku ada di track Humanitarian Affairs.
Di sana, aku ketemu sama banyak mahasiswa Indonesia. Sebenernya kami udah bikin group line sebelumnya. Jadi, kemana-mana kami selalu janjian bareng. Waktu opening ceremony, kami semua pertama kali ketemu. Yaa saling kenalan dan ngobrol. Ga cuma sama Indonesian delegates aja, tapi sama delegasi dari negara lain. Speakers yang hadir di opening ceremony bagus-bagus banget! Seperti misalnya mantan perdana menteri Korea, Dr. Han Leung-soo, noble prize winner 2011, Tawakkol Karman, dll.
Selama conference berlangsung, kami di setiap track, mendiskusikan masalah yang sedang terjadi di dunia. Kalo di track aku, humanitarian affairs, kami membahas tentang perbudakan yang masih berlangsung di beberapa negara. Kami juga dibagi ke beberapa kelompok untuk menyelesaikan sebuah study case tentang pembangunan stadion di Qatar untuk FIFA World Cup 2022 yang dibangun dengan tenaga kerja orang-orang yang diperlakukan seperti budak. Kami diberi waktu selama 4 hari untuk membuat solusi untuk study case, berupa slide presentasi. Di hari terakhir, kami akan dipilih finalisnya, dan yang menang akan diumumin di closing ceremony. Hadiah untuk pemenang study case setiap track akan dapet kesemptakan magang di berbagai institusi di luar negeri. Kalo di track aku, bisa dapet kesempatan magang di Liberty Asia.
Selain study case, kami juga ada panel, yaitu dimana akan ada beberapa speaker, dan kami sebagai peserta conference boleh bertanya apa aja. Terus juga ada seminar dengan banyak speaker yang kece-kece.
Sejujurnya di sana ada rasa jiper juga ketemu sama mahasiswa-mahasiswa dari mancanegara. Karena mereka kuliah di tempat yang keren-keren banget. Ada yang di Harvard, Columbia University, LSE, UCL, dll. Tapi gapapa, itu enaknya ikut conference. Kita jadi bisa memperluas networking! 😀
Ga cuma conference aja, kami juga ada acara international night, dimana setiap negara akan disediain booth untuk didesain, dan memperkenalkan budaya kami. Kayak misalnya traditional clothes, foods, etc. Senengnya, orang-orang Indonesia tuh emang selalu hangat dan seru. Di sana kami kompak banget. Baru beberapa hari aja rasanya kayak keluarga. Apalagi pas international night, kami juga kompak bikin booth Indonesia jadi menarik 😀
Tim Indonesia di HPAIR, Hong Kong
Pas international night, setiap negara juga boleh menampilkan tarian, nyanyian khas negara tsb. Dari Indonesia, temen kami, Zahra dan Jessica menampilkan tarian Lenggang Nyai.
Kami juga ada acara pergi bareng temen-temen delegasi yang lain. Misalnya pas acara kuliner. Abis conference kami dinner bareng-bareng di beberapa tempat di Hong Kong. Seru banget!
Di hari terakhir, ada closing ceremony, yang mana juga ada dinner. Jadi semua dandan ada fancy, nih.
Itu dia cerita pengalamanku ikut konferensi internasional di Hong Kong. Super seru! dan pengen lagi! hahaha Semoga kalian terinspirasi yaa. Next post, aku akan cerita tentang liburanku di Hong Kong 🙂