A very warm welcome to petite-traveller! My name is Orgea Bungawali, a 22 year old with restless feet and a desire to see the whole world, one country at a time! I created this space on the internet as a hub for people like me who want to be inspired daily to travel and live a more adventurous life everyday. On this blog I share travel tips and motivation to go abroad.

My first experience of traveling solo was when I went to Prague for an international conference and have hardly stopped travelling since!

A Solo Traveler

Hi guys!

I’m Orgea Bungawali. You can call me Orgea.

In this post, I wanna share the reasons why I love traveling alone, and why traveling means so much to me.

Awal aku sering solo traveling karena dulu suka banget ikut-ikut acara internasional siswa di luar negeri. Aku selalu usahain untuk keluar negeri to make something, misalnya aku ikut conference, student exchange, volunteer project,  dan misi budaya. Bukan sekedar liburan, karena menurutku, kalo liburan, semua orang bisa. Tapi, kalo keluar negeri sebagai delegasi atau representatif Indonesia, belum tentu semua orang bisa. Selagi masih muda, aku selalu mikir kalo aku harus melakukan banyak hal yang bermanfaat. Mencari pengalaman sampai ke negeri orang, menurutku sangat memperkaya pengalaman dan pengetahuanku.

Tapi, ga setiap saat aku ke luar negeri harus ada acara, kadang ada juga waktu untuk aku liburan sama keluarga.

Pengalaman pertamaku student exchange itu waktu masih SMP. Dulu ada program dari Kemdikbud, namanya Singapore-Indonesia Student Friendship Adventure Camp (SISFAC). Mulai dari situ, aku mulai tertarik buat ikut ajang internasional siswa. Waktu SMA, aku ke Jepang untuk ikut JENESYS (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths), and I think that was the best student exchange I have ever been to. Kalo dulu, waktu masih sekolah, student exchange masih ada chaperone-nya dari Indonesia. Kalo sekarang, karena udah jadi mahasiswa, kemana-mana ya sendirian. >.<

Menurutku, solo traveling is a fun thing to do. Kenapa? Karena aku bisa keluar dari comfort zone aku. Bukan cuma itu, traveling sendirian bikin aku jadi lebih mandiri, improve my English, ketemu orang baru, dan belajar culture negara lain. Enaknya dari traveling sendirian adalah kita bisa jalan-jalan sesuka hati kita mau kemana aja.

Aku sama sekali ga takut untuk menapakkan kaki sendirian ke negara-negara baru di luar sana, tanpa temen satupun. Kenapa mesti takut? Selama kita bisa jaga diri dan percaya kalo diri kita bisa, traveling sendirian bukanlah hambatan. Justru, traveling sendirian itu bisa menguji diri kita, sejauh mana kita bisa survive di negara orang.

Selain itu, kalian kepikiran ga sih, bakal bisa ceritain pengalaman kalian solo traveling nanti ke anak cucu kalian? Wouldn’t it be great?! Aku mau ketika aku tua nanti aku bisa cerita pengalamanku ke banyak orang tentang pengalamanku menjelajah dunia.

Tapi, ga enaknya traveling sendirian adalah mau foto pasti rasanya bingung. Apalagi kalo mau foto di depan landmark. Well, segala sessuata ada positif dan negatifnya. Tapi, I can tackle this problem. Biasanya, kalo mau foto, aku minta tolong stranger aja. Bahkan ada pengalaman lucu waktu aku di Los Angeles, karena mau minta foto. Pas kebetulan stranger yang aku minta fotonya itu juga solo traveler, she’s from Korea, dan kami berteman sampe sekarang 😀

 

Selagi masih muda, aku pengen cari pengalaman sebanyak-banyaknya, dan itu bisa aku dapetin dari traveling. Aku sangat meng-encourage kalian, yang membaca blog ini, untuk solo traveling. Setidaknya, once in your lifetime, kalian pernah nyobain rasanya berpetualang di negeri orang tanpa temen satu pun, dan bisa survive di sana.