Jalan – Jalan 1 Jam di Luxembourg!

The last destination of my Eurotrip was Luxembourg.

Sebenernya, ke sini dadakan aja sih, karena masih sisa 3 jam, sebelum balik ke Amsterdam. Nah, karena Luxembourg kecil, jadi kami cuma ke ibukotanya aja, namanya Luxembourg City. Di sana, kami ngunjungin sebuah monumen namanya, Gëlle Fra. Letaknya kayak di bukit gitu. Soalnya dari sana, kita bisa liat ada taman di bawahnya. Tempatnya bagus. Tapi sayang, kami cuma sejam di sana. Jadi, ga bisa explore banyak. May be next time I’ll go back here again ^^

Gëlle Fra

Gëlle Fra

Gëlle Fra

Okay, that was my last story from my summer Eurotrip. I hope you guys enjoy it 🙂

Meng-explore Kota Paris

Dari Italy, kami menuju Prancis dan bermalam di kota pinggiran di deket Paris.

Besoknya, kami menuju Chateau de Fontainebleau. Chateau dalam bahasa Perencis adalah kastil. Yup, jadi ini berupa istana gitu.

Chateau de Fontainebleau, France

Chateau de Fontainebleau, France

Next, tentunya kami langsung menuju salah satu landmark paling terkenal di dunia, Eiffel Tower! Aku waktu ke sana ga naik ke atas, karena udah pernah. Nah, buat yang, mau naik ke atas, mending beli tiket jauh-jauh hari. Karena kalo ga, bisa ngantri seharian. Beli tiketnya bisa online. Banyak kok website yang jual ^^

Jangan lupa kalo ke Eiffel Tower, pegang menaranya ya, katanya kalo kita pegang menaranya, kita bisa balik lagi ke sana! I proved it! 😀

Selebihnya aku jalan-jalan lagi keliling Paris. Ini dia landmarks yang bisa dikunjungin kalo lagi di Paris:

Arc de Triomphe

Arc de Triomphe

The Louvre. Di sini nih, museum yang ada lukisan Monalisa-nya!

The Louvre

Notre Dame

 

Notre Dame

Champs-Elysées. Most famous street in Paris. I bet all of you already familiar with this one 😉

Les Invalides. Ini tempat pemakamannya Napoleon Bonaparte.

Les Invalides

Sempet mejeng foto juga nih, di depan Air France 😛

Daan, kalo ke Paris, jangan lupa buat cobain kue cantik dan terkenal, Laduree Macaron! Cafe nya bener-bener cantik! Yang cewe pasti suka deh, ke sini. Tapi, biasanya penuh cafenya.  Jadi, aku cuma take away macaron-nya aja. Padahal pengen juga nyobain High Tea di sana.

Ga cuma Lauduree aja kok, ada juga Macaron yang enak di Paris, namanya Angelina.

Angelina

Kalo mau belanja, aku saranin ke Galleries Lafayette. Ini salah satu tempat perbelanjaan paling terkenal di Paris.

Yup, that’s all ceritaku liburan di Paris. Next, I’ll post about my adventure in Luxembourg!

Keliling Italy Sambil Makan Gelato!

Dari Swiss, kami lanjut ke Italy. Kami bermalam di Ibis Styles Hotel di daerah Milano Agrate Brianza. Emang sengaja nyari yang di daerah Milan, hehe.

Destinasi pertama kami adalah San Siro Stadium. Itu loh, stadionnya AC Milan. Well, tapi kami ga masuk sih, cuma foto di depannya aja.

San Siro Stadium, Milan

San Siro Stadium, Milan

Dari San Siro Stadium, kami menuju Piazza del Duomo. Ini dia, landmark paling terkenal di Milan ^^ Di sana, ada cathedral juga, namanya Milan Cathedral. Bagus dan megah banget!

Milan Cathedral

Galleria Vittorio Emanuele II

Milan, Italy

Nah, di sana juga ada tempat perbelanjaan mahal, namanya Galleria Vittorio Emanuele II. Di tengah-tengah gedung itu, ada semacam lingkaran kecil. Kalo kita bisa muter di lingkaran itu pake satu kaki tanpa berhenti, 360 derajat, katanya kita bisa balik lagi ke Milan 😀 Oh iya, di Galleria Vittorio Emanuele II, jangan lupa cobain Gelato-nya ya! Enak banget! Cuma 5 Euro.

Galleria Vittorio Emanuele II

Gelato Flavors

Dari Duomo, kami lanjut ke Mont Blanc. Hmm.. kayak merek pulpen, jam tangan gitu ya. Jadi, MontBlanc itu memang merek, yang diambil dari nama pegunungan Mont Blanc. Biasanya juga pegunungan ini disebut “White Mountain” karena punya salju abadi. Well, kami ga sampe ke atas-nya sih, karena bakal makan waktu seharian. Jadi, kami di bawah aja.

View Mont Blanc dari bawah

Lanjut, dari Mont Blanc kami menuju Bern, de facto capital of Switzerland. Untuk ke Bern, kami harus lewat terowongan yang menembus Mont Blanc, namanya, Mont Blanc Tunnel. Dimana, terowongan tersebut meliputi 3 negara, Italy, Prancis, dan Swiss.

Mont Blanc Tunnel

Di perbatasan Italy, Prancis, dan Swiss

Sesampainya di Bern, kami ke Chamonix, semacam resort di daerah Bern yang lokasinya di deket pegunungan Alpen. Resort-nya bagus banget!

Chamonix, Bern

Chamonix, Bern

Chamonix, Bern

Nah, itu dia ceritaku jalan-jalan di Italy! Next, aku akan share jalan-jalanku di Prancis 😀

Melihat Cantiknya Switzerland!

Dari Jerman, aku dan keluargaku lanjut ke Swiss.

First stop, kami ke Rheinfall. Ini merupakan air terjun. Mungkin ga sebesar Niagara, tapi, I bet everyone will love this place. Air terjunnya bagus dan sangat indah. Masuknya sekitar 5.00 CHF (Swiss franc)

Jadi, di ujung air terjunnya ada tebing gitu, tapi ga terlalu tinggi sih. Nah, dari dermaga, kita bisa naik boat buat ke tebing itu. Nanti kalo udah sampe di bawah tebing, akan ada tangga super tinggi buat ke atas. Di atas, kita bisa liat pemandangan Rheinfall secara keseluruhan. Pokonya cantik deh!

Harga untuk naik boat-nya per-orang sekitar 25 CHF. Bisa juga per-group, biar ga ngantri, coba pesen dulu lewat websitenya. //rheinfall.ch

Rheinfall, Switzerland

Buat yang ga mau naik boat, bisa juga nikmatin pemandangan Rheinfall di dermaga. Di sana ada restoran. Makanannya enak, harganya ga terlalu mahal.

Rheinfall Restaurant

Rheinfall, Switzerland

Kalo mau nginep juga bisa kok, di sana disediain hostel sama caravan. Kalo yang mau reservasi bisa buka langsung di websitenya www.rheinfall.ch.

Dari Rheinfall, kami menuju ibukota Swiss, Zurich! Duh, cantik banget, susah mau deskripsiin-nya. >.<

Zurich, Switzerland

Zurich, Switzerland

Zurich, Switzerland

Dari Zurich, kami menuju Luzern atau Lucerne, salah satu kota di Swiss. Yaampun.. ini juga ga kalah cantik. Pusing jadinya, hahaha. Di Lucerne, ada jembatan cantik banget namanya Chapel Bridge. Di bawahnya ada sungai Reuss. Di sungainya ada banyak angsa berenang. Duh, bener-bener definisi CANTIK. :’)

Lucerne, Switzerland

Lucerne, Switzerland

Lucerne, Switzerland

Lucerne, Switzerland

Lucerne, Switzerland

Yup, itu dia ceritaku liburan di Swiss! Next post, aku akan share pengalamanku di Italy!

Liburan ke Jerman Tanpa Travel Agent

Hi guys!

Pada post kali ini aku bakal lanjutin cerita tentang pengalamanku traveling around Europe.

Dari Amsterdam, aku dan keluargaku berangkat menuju Jerman. Kami menggunakan jasa private travel tourguide. Private tourguide-nya orang Indonesia. Jadi bener-bener nyaman kalo menurutku ^^. Private tourguide-nya juga pake mobil pribadi. Kenapa kami pilih pake jasa private tourguide? Karena harganya lebih murah, destinasi sesuai keinginan kita, dan fleksibel banget! Aku dulu pernah beberapa kali ikut tour liburan keluar negeri. Tapi bener-bener ga puas. Karena tempat yang didatengin terbatas. Terus, menurutku kebanyakan diajak ke tempat belanja. Selain itu, mesti nunggu rombongan lain. Kalo ada salah satu orang yang ketinggalan aja, pasti ribet.

Destinasi pertama kami di Jerman adalah Köln. Nah, kota ini punya cathedral yang megah dan bagus banget! Menurutku ini gereja yang paling bikin breathtaking arsitekturnya.

Köln, dalam Bahasa Inggris biasanya disebut Cologne. Hmm.. kayak pernah denger ya.. Yup! Ini penyebutan untuk parfum. Jadi, katanya kota ini dulu salah satu yang memproduksi parfum terbesar di dunia. Nah, merek parfum yang terkenal di sini adalah 4711. Di deket gereja Köln ada tokonya. Kenapa 4711 ya? Katanya lagi nih.. itu emang nama toko parfum yang terkenal di sana. Tokonya bagus, warnanya serba turquoise. Aku juga beli parfum dan sabunnya. Wanginya bener-bener enak!

Toko parfum 4711 di Köln

Ini dia parfum 4711

Di Köln, kami menuju ke Frakfurt. Di sana kami ke Eisner Steg, jembatan di atas sungai Main. Nah, di sini pemandangan yang iconic dari kota Frankfurt. Sampe sana udah sore banget, jadi ga bisa lama-lama. Tapi tetep seneng bisa liat-liat kota ini 😀

Frankfurt

Dari Frankfurt, kami menuju Ludwigsburg untuk bermalam. Kami menginap di Ibis Hotel. Kami pilih Ibis Hotel karena harganya ga terlalu mahal, udah terpercaya, ada wifi, dan dapet breakfast. Oh ya, selama di Eropa juga, kami selalu nginep di Ibis hotel. Kurang lebih sekitar 53 Euro permalam.

Ibis Hotel. Kecil tapi nyaman.

Besoknya, kami ke Stuttgart. Di sana, ada taman yang terkenal, namanya Schlossplatz.

Schlossplatz, Stuttgart

Schlossplatz, Stuttgart

Pas aku lagi di sana, bertepatan hari Minggu. Jadi, di deket Schlossplatz ada Sunday market. Di sana, dijual barang-barang loak dan antik.

Sunday Market di Stuttgart

Sunday Market di Stuttgart

Ini dia mobil yang dipake sama kami untuk keliling Eropa

Yup, itu dia ceritaku jalan-jalan di Jerman. Hope you guys like it! Next post, aku akan cerita tentang petualanganku di Swiss!

Liburan ke Belanda Lagi

Summer 2014, aku dan keluargaku berlibur ke Eropa. Well, sebenernya mau nganter kakakku yang mau ngambil master di Belanda. Tapi yaa karena udah di Eropa, sayang kalo ga ke negara lainnya.

Kami berangkat dengan maskapai Garuda Indonesia. Kenapa Garuda Indonesia? Karena mereka punya penerbangan langsung Jakarta-Amsterdam. Jadi, ga pake transit. Cepet banget, cuma 13 jam. Biasanya kan kalo pake transit bisa sampe 18 jam-an. Selain itu, Garuda Indonesia pelayannya bagus banget. Sebagai orang Indonesia, aku merasa nyaman dilayani sama pramugari-pramugari orang Indonesia. Garuda Indonesia juga udah masuk Skyteam sejak beberapa tahun yang lalu, yang bikin aku tambah percaya pake maskapai ini. Kebetulan, papa sama mamaku pengguna Garuda juga. Setiap kali dinas ke luar kota atau keluar negeri, pasti pakenya Garuda. Jadi, mileage atau point penerbangannya banyak. Mereka akhirnya bisa terbang dengan Business Class gratis!

Sampe di Amsterdam, kami dijemput oleh temen papaku yang kerja di Sekolah Indonesia Nederland (SIN). Kebetulan, papaku juga ada urusan di SIN, jadi kita langsung ke sana.

Sampe di SIN, kami dijamu di asramanya untuk makan siang. Aku sebenernya udah pernah ke sini tahun 2012. Waktu itu ada field trip dari sekolahku. Dulu sih banyak temen-temenku di SIN, tapi sekarang udah pada balik ke Indonesia. SIN lokasinya di Wassenaar.

Sekolah Indonesia Nederland

Di Belanda, kami nginep di hotel yang deket city center. Tapi aku lupa nama hotelnya apa. Tapi singet aku lumayan affordable ^^

Besoknya, kami sekeluarga berangkat ke Maastricht untuk nganter kakakku. Dia bakal ngelanjutin S2 di Maastricht University. Lumayan jauh dari Amsterdam ke Maastricht. Sekitar 3 jam-an.

Maastricht

Kami nginep 1 malam di Maastricht di Hotel Buitenplaats  Vaeshartelt. Hotelnya bagus! Design-nya victorian gitu. Permalemnya juga ga mahal di sini, cuma $50.

Hotel Buitenplaats Vaeshartelt

Hotel Buitenplaats Vaeshartelt

Paginya, kami langsung kembali ke Amsterdam. Ga banyak yang di-explore di Maastricht soalnya emang cuma mau nganter kakakku aja.

Sampe di Amsterdam, kami jalan-jalan di city centre-nya. Kami ga banyak jalan-jalan karena udah ke dua kalinya ke sini. Jadi mau nikmatin aja suasana kotanya.

Oh iya, kalo ke Amsterdam jangan lupa naik canal cruise-nya. Harga tiket canal cruise sekitar 16 Euro. Nanti kita bisa naik canal cruise keliling Amsterdam. Kayak di film The Fault in Our Stars. >.<

Cana Cruise

Selain itu, kalo ke Amsterdam bisa juga nyobain ke Madame Tussauds nya. Harganya skitar 32 Euro untuk dewasa dan 27 Euro untuk anak-anak.

Amsterdam City Centre

Amsterdam

Nah, kalo ke Belanda jangan lupa buat ke Den Haag ya! Di sana tempat KBRI berada. Kalo mau jalan-jalan, ada salah satu tourist attractions yang unik banget, yaitu Madurodam! Ini semacam taman miniatur gitu. Dijamin suka deh kalo ke sini. Bagus banget! Harga tiketnya 16.50 Euro.

Madurodam

Oh iya, jangan lupa juga buat ke Volendam kalo di Belanda ya! Volendam itu kotanya para nelayan. Lokasinya juga di deket laut. Kotanya cantik banget! Banyak restoran dan toko-toko. Daan, biasanya orang Indonesia kalo ke sini foto pake baju tradisional Belanda! Harganya 7.50 Euro per-orang.

Foto dengan baju traditional Belanda

Di Volendam juga banyak toko-toko souvenir. Yang mau beli oleh-oleh, di sini tempatnya cukup recommended.

Beli oleh-oleh

Beli oleh-oleh

Beli oleh-oleh

Volendam

Rumah-rumah di Volendam juga unik-unik! Rumahnya sebenernya mirip-mirip, yang ngebedain adalah warna pintunya. Karena katanya kalo nelayan pada pulang, mereka bisa bedain rumahnya dari warna pintunya 🙂

Rumah di Volendam

Nah, itu dia ceritaku jalan-jalan di Belanda! Next post, aku akan cerita tentang pengalamanku menjelajah negara Eropa lainnya! See ya!

A Solo Traveler

Hi guys!

I’m Orgea Bungawali. You can call me Orgea.

In this post, I wanna share the reasons why I love traveling alone, and why traveling means so much to me.

Awal aku sering solo traveling karena dulu suka banget ikut-ikut acara internasional siswa di luar negeri. Aku selalu usahain untuk keluar negeri to make something, misalnya aku ikut conference, student exchange, volunteer project,  dan misi budaya. Bukan sekedar liburan, karena menurutku, kalo liburan, semua orang bisa. Tapi, kalo keluar negeri sebagai delegasi atau representatif Indonesia, belum tentu semua orang bisa. Selagi masih muda, aku selalu mikir kalo aku harus melakukan banyak hal yang bermanfaat. Mencari pengalaman sampai ke negeri orang, menurutku sangat memperkaya pengalaman dan pengetahuanku.

Tapi, ga setiap saat aku ke luar negeri harus ada acara, kadang ada juga waktu untuk aku liburan sama keluarga.

Pengalaman pertamaku student exchange itu waktu masih SMP. Dulu ada program dari Kemdikbud, namanya Singapore-Indonesia Student Friendship Adventure Camp (SISFAC). Mulai dari situ, aku mulai tertarik buat ikut ajang internasional siswa. Waktu SMA, aku ke Jepang untuk ikut JENESYS (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths), and I think that was the best student exchange I have ever been to. Kalo dulu, waktu masih sekolah, student exchange masih ada chaperone-nya dari Indonesia. Kalo sekarang, karena udah jadi mahasiswa, kemana-mana ya sendirian. >.<

Menurutku, solo traveling is a fun thing to do. Kenapa? Karena aku bisa keluar dari comfort zone aku. Bukan cuma itu, traveling sendirian bikin aku jadi lebih mandiri, improve my English, ketemu orang baru, dan belajar culture negara lain. Enaknya dari traveling sendirian adalah kita bisa jalan-jalan sesuka hati kita mau kemana aja.

Aku sama sekali ga takut untuk menapakkan kaki sendirian ke negara-negara baru di luar sana, tanpa temen satupun. Kenapa mesti takut? Selama kita bisa jaga diri dan percaya kalo diri kita bisa, traveling sendirian bukanlah hambatan. Justru, traveling sendirian itu bisa menguji diri kita, sejauh mana kita bisa survive di negara orang.

Selain itu, kalian kepikiran ga sih, bakal bisa ceritain pengalaman kalian solo traveling nanti ke anak cucu kalian? Wouldn’t it be great?! Aku mau ketika aku tua nanti aku bisa cerita pengalamanku ke banyak orang tentang pengalamanku menjelajah dunia.

Tapi, ga enaknya traveling sendirian adalah mau foto pasti rasanya bingung. Apalagi kalo mau foto di depan landmark. Well, segala sessuata ada positif dan negatifnya. Tapi, I can tackle this problem. Biasanya, kalo mau foto, aku minta tolong stranger aja. Bahkan ada pengalaman lucu waktu aku di Los Angeles, karena mau minta foto. Pas kebetulan stranger yang aku minta fotonya itu juga solo traveler, she’s from Korea, dan kami berteman sampe sekarang 😀

 

Selagi masih muda, aku pengen cari pengalaman sebanyak-banyaknya, dan itu bisa aku dapetin dari traveling. Aku sangat meng-encourage kalian, yang membaca blog ini, untuk solo traveling. Setidaknya, once in your lifetime, kalian pernah nyobain rasanya berpetualang di negeri orang tanpa temen satu pun, dan bisa survive di sana.